Gara-gara pulang ke Indonesia bulan kemaren mendadak dan ga sempet lihat isi passport, pas kembali ke Thailand baru sadar kalo visa ED-ku sudah berakhir seminggu sebelum kembali ke Thailand. So masuk ke Thailand dengan visa tourist dan karena lewat jalan darat berarti jatah tinggalku di Thailand hanya 15 hari dari tanggal masuk di perbatasan kemaren. Bingung juga sih tanpa perencanaan ngurus surat-surat segala macem dalam waktu cuma 3 hari dan sempat dibikin bingung sama pihak GRU Univ yang bilang bahwa apply visa hanya bisa dilakukan di Indonesia dan mereka hanya bisa memberikan surat rekomendasi ke Indonesia ditujukan ke Consulate Thailand di Medan.
Setelah searching sana sini dan analisa dari web Embassy Thailand dan mencari alternatif termurah memilih pergi ke Malaysia daripada pulang balik ke Indonesia yang pastinya harga tiket sudah melambung tinggi padahal budget keuangan sudah menipis untuk bulan ini. Analisa 3 Embassy dan Consulate Thailand di Malaysia; Kuala Lumpur, Penang, dan Kelantan akhirnya dipilih Kelantan sebagai tujuan karena; biaya perjalanan lebih murah, office buka di kala weekend dan ada yang pernah apply ED visa disana.
Dua malam sebelum ijin tinggal hangus, surat-surat untuk apply visa belum selesai, dag dig dug banget takut dideportasi dari sini
. Sembari menunggu akhirnya berusaha bertanya bagaimana transport menuju ke Kota Bharu Kelantan dengan beberapa teman Thailand yang berasal dari daerah selatan, KM dan HS . So kind being their friend, mereka sangat respect dan malah bolak-balik menelpon memberitahu cara termudah menuju ke Kota Bharu, Malaysia. Sedang soal akomodasi seperti biasa lonely planet selalu jadi andalan serta teman dari WK yang pernah ke Kota Bharu memberitahu sedikit banyak tentang keadaan disana. Semalam sebelum berangkat iseng membuka couchsurfing.com, berharap sih ada yang bisa membantu walau berasa telat banget buka nih web karena jawabannya pasti ga akan terbaca. Setelah buka couchsurfing dan gabung di group Kota Bharu ternyata mereka bakal ngadain gathering disaat yang bersamaan lagi disana. Dengan memasang muka tebal posting di group itu minta couch
maklum budget terbatas
. Besoknya sembari sibuk kuliah dan ditambah kerjaan lab. mondar-mandir kelas, lab, dan administration akhirnya tuh surat-surat selesai dan begitu jam 4 teng langsung go dari kampus.
Then… journey begin *again*…
Berangkat hari kamis dari kampus jam 4 sore menuju ke Bangkok Southern Terminal Bus (Baca: Talling Chan Saytai). Perjalanan dimulai dari bus #29 Thammasat Univ. menuju ke Victory Monument (Baca: Anou Sawaree) dengan ongkos 20 baht selama kurang lebih 1 jam perjalanan. Dari Victory Monument dilanjutkan dengan bus #28 menuju Saytai, walaupun ongkos yang dikeluarkan cuma 15 baht namun perjalanannya bikin pegel duluan ditambah kedapetan macet didaerah Makkasan sehingga perjalanan makan waktu 2 jam. Sesampai di saytai *udah pegel aja* langsung menuju ke counter ticket di lantai 2, ternyata loket ticketnya gede dan hampir semua jurusan ada. Dapat bus terakhir yang menuju ke Sungai Golok, border Thailand-Malaysia. Bus yang ada hanya bus class 2 seharga 650 baht dan berangkat jam 8 malam, waktu yang mepet membuatku ga sempat makan malam, akhirnya memilih untuk membeli kue khas Thai yang mirip bakpia dan ternyata tuh bakpia enak banget, nyesal beli cuma sebungkus
.

ticket counter

my ticket to Sungai Golok
Bus class 2 ini stop di beberapa tempat karena di dalam bus sendiri tidak ada toilet. Dua diantara pemberhentian tersebut adalah rumah makan, dimana ada beberapa counter free bagi para penumpang. Info ini saya dapatkan dari seseorang yang duduk di sebelah saya. Dia mahasiswi Ramkamhaeng Univ. yang merupakan calon guru, berasal dari daerah Sungai Golok. Nama panggilannya (seperti tipikal Thai, nama panggilan akan sangat berbeda dengan nama asli) Mimi dan sangat pandai berbahasa melayu karena ibunya adalah orang Malaysia. Seperti kebanyakan anak muda Thai, Mimi tidak lepas dari HP, telpon sana sini dengan 3 buah HP yang sepertinya ketiga-tiganya berbeda operator
. Mimi sangat ramah dan dia yang memberitahu letak imigrasi sehingga saya tidak perlu turun di terminal bus yang ternyata cukup jauh dari border.

Platform No. 21 bus Bangkok - Sungai Golok

Pemberhentian Pertama

Bus 2nd class Bangkok - Sungai Golok

Pemberhentian Kedua

Pemberhentian Keempat
Setelah kurang lebih 19 jam perjalanan yang melelahkan, akhirnya sekitar pukul 1 siang sampai di border dan turun dengan diiringi gerimis. Seperti biasa border Thailand, kita harus melintasinya dengan berjalan kaki karena tidak ada kendaraan umum yang diperbolehkan melintasi border. Kurang lebih 1 jam di imigrasi kedua negara akhirnya saya berada di bagian negara Malaysia; Rantau Panjang.
Berdasarkan info dari ‘om’ RS yang pernah apply visa di Kelantan bahwa perjalanan berikutnya adalah naik taxi menuju ke Kota Bharu dengan ongkos sekitar 40RM, tetapi setelah saya tanya dengan orang sekitar (dengan bahasa melayu patah-patah ini) bahwa untuk menuju ke Kota Bharu bisa menggunakan bus yang hanya seharga 5RM. Berhubung tidak mau kehilangan uang, saya memilih untuk menunggu bus menuju ke Kota Bharu. Perjalanan dari Rantau Panjang ke Kota Bharu sekitar 1 jam.

Terminal bus rantau Panjang
Sesampai di Kota Bharu tepatnya di terminal bus di daerah Jl. Padang Garong, sesuai dengan instruksi ‘om’ RS juga bahwa sebaiknya menginap di daerah pasar yang berdekatan dengan terminal karena daerah tersebut dekat dengan Consulate Thai dan karena badan ini terasa remuk oleh perjalanan sekitar 21 jam ini akhirnya saya berkeliling sekitar terminal dan mendapatkan kamar termurah (karena tidak sanggup lagi mencari) seharga 20RM milik seorang Chinese.
Kamar tersebut bisa dibilang kamar dorm dengan 4 buah tempat tidur, namun karena yang menginap di kamar tersebut hanya saya seorang jadi sayalah penguasa kamar tersebut. Kamar yang sebenarnya kurang layak untuk menjadi sebuah hostel dan owh ghost… saya menginap disitu. Kamar mandi berada di luar kamar dan begitu melihat kamar mandi saya memilih untuk tidak mandi saja dan menunggu esok hari untuk ganti penginapan, so kamar ini lebih sekedar untuk tidur.

Hotel pertama

kamarnya...

wastafel di dalam kamar
Dan malam itu saya hanya membeli makan malam serta minuman dan snack di 7-11, langsung menuju ke hostel untuk istirahat dan tidur. Besoknya tanpa mandi
(karena bingung lihat kamar mandinya) saya langsung checkout dan menuju ke Consulate Thai yang hanya sekitar 15 menit jalan kaki dari situ. Ternyata oh ternyata, tuh office tutup. Sempet ngomel-ngomel ma ‘om’ RS yang beritahu kalau sabtu tuh office buka, ternyata di Kelantan ini Jum’at-Sabtu dianggap weekend dan minggu baru tuh office buka, terpaksa menunggu sampai besok untuk mengurus visa.
Cari penginapan lagi, itu kata yang terlintas begitu tahu office tutup. Berbekal lonely planet pdf yang ada di HP, akhirnya menemukan guest house yang murah namun bersih tidak seperti yang pertama (mengerikan
) dengan harga yang sama. Pemilik guest house seorang ibu yang sangat baik (saya lupa namanya
) dia memberi tahu saya beberapa tempat yang bisa dikunjungi dan memberikan peta Kota Bharu sehingga saya dapat pergi kemana-mana walau sebenarnya soal peta sudah saya save di HP.
First thing that I do adalah mandi
, hampir dua hari tanpa mandi bikin badanku gatal
. Setelah merasakan segarnya air dan istirahat sebentar saya meninggalkan guest house dan berjalan-jalan di sekitar kota dan oh ya.. ingat sore nanti ada gathering dengan couchsurfing member Kelantan yang siapa tahu bisa memberikan informasi mengenai daerah-daerah disini.

Hostel yang kedua, more comfy than first

Kamar di penginapan yang kedua

tangga menuju ke lantai 2
Setelah kira-kira jam 5 sore, saya menuju ke KB Mall dimana CouchSurfing gathering diadakan. Akhirnya, jam 7 saya bertemu dengan mereka 6 orang member CS yang asli orang Malaysia walau berbeda-beda daerah, namun masih dalam areal Kelantan. Awalnya saya tidak ngeh waktu mereka bilang saya terlambat dan ketika salah seorang bertanya jam baru sadar kalo settingan jam masih settingan time Bangkok yang selisih satu jam dengan Kelantan. Selang beberapa menit setelah saya duduk, tak lama datang seorang member lagi, seorang bule kebangsaan German yang stay di Kota Bharu, dia bekerja sebagai trainer para teacher di Kota Bharu. He told a lot tentang cita-citanya yang ingin keliling-keliling negara by bike. Setelah cerita-cerita banyak tak terasa ternyata Mall-nya mau tutup dan salah seorang couchsurfer MH menawarkan untuk mengantarkan saya kembali ke hostel. Malam itu sebelum mengantarkan saya menuju ke hostel dia mengajak berkeliling-keliling Kota Bharu yang ternyata sangat kecil. Selama di perjalanan keliling-keliling malam itu dia bercerita banyak mengenai Kota Bharu serta tipikal penduduk Kelantan. Dan akhirnya sebelum sampai di hostel dia memberikan contact no. serta mengajak untuk dinner keesokan harinya sekalian memperkenalkan makanan khas Kelantan.
Keesokan harinya, saya apply visa di Consulate General of Thailand dan diberitahu bahwa visa dan passport bisa diambil keesokan harinya. Setelah mondar-mandir sana-sini mencari tempat fotokopi akhirnya saya apply visa selesai. Berkeliling-keliling lagi daerah Kota Bharu, namun sepertinya kaki saya tidak mengizinkan, efek kecelakaan yang merenggut kuku jempol membuat kaki tidak bisa bernegosiasi untuk ‘jalan’ seperti biasanya. So, setelah makan di salah satu warung kopi tiam (kopi tiam; kopi khas kelantan yang terkenal), saya memilih untuk stay di hostel sambil menunggu MH menjemput.

Kopi Tiam Kita di Jl. Pangkalan Chepa
Pukul 4 sore, MH menghubungi dan menjemput. Dia datang bersama kakaknya yang kerja di Kastam Kota Bharu. Sang Kakak mengajak menuju ke salah satu restaurant yang saya lupa namanya. Disana saya dijamu oleh mereka makan makanan khas Kelantan, antara lain; nasi kerabu, ayam percik, solok cili, dan some food yang saya lupa apa namanya. Pulangnya pun mereka membelikan kue-kue khas kelantan. Dari sekian banyak makanan Kelantan yang saya coba, saya menarik kesimpulan bahwa makanan kelantan ini tipikalnya manis-manis dan berkelapa serta bersantan. Pulang dari dinner, saya akhirnya memilih untuk stay lagi di hostel karena hujan dan saying goodbye & thanks dengan MH dan kakak karena besok pagi setelah visa dan passport didapat saya langsung balik ke Bangkok.

kue pemberian
Esok paginya, pukul 9 pagi saya checkout dari hostel dan langsung menuju Consulate General of Royal Thai Embassy. Menunggu sebentar disana, sampai akhirnya nama saya dipanggil dan visa beserta passport saya dapatkan.

consulate of Thai di Kota Bharu
Setelah passport ditangan, saya menuju ke arah terminal. Makan siang di salah satu restaurant India di areal terminal lalu langsung menuju bus no. 29 yang menuju ke Rantau panjang.

Terminal bus Kota Bharu

Halte bus menuju ke Rantau Panjang
Bus berangkat pukul 12 dari Kota Bharu menuju ke Rantau Panjang dengan harga ticket yang sama sebesar 5RM. Sampai di Border Rantau Panjang Pukul 12 waktu Thailand, saya langsung cap imigrasi dan akhirnya visa ED digunakan. Dari imigrasi saya naik ojek 20baht menuju ke tempat pembelian ticket bus. Alhamdulillah, ticket bus terakhir yang berangkat pukul 1 bisa saya dapatkan. Bus 1st class ini harganya lebih mahal dari bus yang pertama saya naiki ketika menuju ke Sungai Golok yaitu 835baht.

bus ticket counter Sungai Golok

my ticket from Sungai Golok to Bangkok
Dari tempat yang sama dengan pembelian ticket tersebut, pukul satu bus berangkat dan lagi-lagi saya bertemu Mimi yang kebetulan akan pulang ke Bangkok. Akhirnya nego ke tetangga masing-masing untuk pindah tempat duduk, saya dan Mimi kembali duduk bersebelahan. Kami saling bercerita pengalaman masing-masing.
Dalam 17 jam perjalanan, bus hanya dua kali stop di pemberhentian, di pemberhentian kedua kami dipersilahkan untuk makan malam free yang merupakan bagian dari pelayanan bus 1st class tersebut. Akhirnya bus sampai di Talling Chan Saytai sekitar pukul 7 pagi. Setelah berkeliling-keliling Saytai mencari alternatif pilihan public transport akhirnya karena yang ada hanya bus #28 menuju ke Mochit, kembali saya naik bus tersebut. Di Mochit sebelum naik ke van menuju Thammasat univ saya sempatkan membeli Mok Khai untuk sarapan sekaligus makan siang.
Finally journey stag for a while…back again to the dream world…
Catatan perjalanan,
15-20 September 2011
PS: coz of not comfortable to take pict in Kelantan, u can see some of my pict in here