Siapa sih?
Saya merupakan salah satu dari limited edition ciptaan Tuhan. Punya nama yang menurut lidahnya orang Indonesia agak susah dibaca dan mungkin juga nama ini cuma ada satu di dunia yang membuat semua orang memanggilku dengan panggilan yang berbeda dari nama yang sebenernya, but never mind, hal ini membuat saya merasa benar-benar “one of GOD’s limited edition”.
Anak pertama yang lahir di tahun 1985 secara prematur di sebuah rumah yang terletak di belakang sebuah kelurahan di kota Palembang. Orang tua saya yang hanya pegawai negeri ini berusaha untuk membuat anaknya yang lahir kurang bulan untuk tetap hidup. Dengan hati-hati dan kasih sayang yang sangat2 tulus mereka berusaha membesarkanku.
Pendidikan pertama yang saya dapat adalah di sebuah TK yang ada di samping rumah saya. TK yang ada karena kepedulian masyarakat sekitar dengan anak2 kecil yang butuh pendidikan. Sebuah TK yang kalau boleh dibilang bukan sebuah TK, karena hanya menumpang di aula kelurahan dengan guru2 yang mencoba membangun anak bangsa dengan ketulusannya. Sekarang TK itu sudah tidak ada, mungkin keterbatasan dana yang membuatnya lenyap.
Dulu waktu kecil, ada yang membuat saya bingung dan tidak suka dengan Bapak karena selalu membelikan buku untukku sedangkan adik-adik dibelikan mainan. Berbagai buku yang bukan untuk makanan saya sudah saya terima ketika saya baru memasuki sekolah dasar. Sebuah sekolah negeri yang jauh dari bagus. Tapi saya bangga bersekolah disana, walau ketika hujan, seingat saya kami selalu membersihkan dan menguras kelas yang letaknya rendah (saya dapat kelas yang bangunannya terletak di daerah agak rendah sewaktu kelas 6 SD). SD itu bernama SD 127 (sekarang sudah berubah nama). Ketika kelas 1, seorang guru meminta ijin agar saya dapat loncat kelas, karena saya dinilai mampu untuk langsung menuju ke kelas 3, tapi ibu tidak mengijinkan. Banyak alasan yang Ibu pikirkan ketika itu, kata beliau. Banyak hal yang saya lakukan di sebuah SD negeri yang sekarang sudah sangat bobrok itu. Dari sanjungan sampai ketidak adilan pernah saya terima disitu. Masa SD merupakan masa yang sangat indah bagiku, tak ada yang bisa menggantikannya. Biasanya sepulang SD, main di sebuah kuburan cina dengan teman-teman. Rok SD paling sering robek karena selalu naik pagar besi areal pekuburan, mungkin kira-kira 1 m tingginya. Indahnya masa itu…
Begitu memasuki Sekolah menengah, setelah kira-kira dua catur wulan di sebuah SMP di Palembang, orangtua pindah, yang otomatis membuat saya juga harus ikut dan pindah sekolah. Tinggal di sebuah tempat yang waktu itu menurut saya asing sekali dengan sedikit sekali tetangga, otomatis sedikit sekali teman yang saya miliki di sekitar rumah. Kalo ketika sebelum pindah untuk ke sekolah cukup dengan jalan kaki, tapi sekarang kalo mo jalan kaki gempor juga, karena letak sekolah yang cukup jauh. Dari rumah menuju ke jalan raya juga sangat jauh, mungkin ada sekitar 1/2 km jalan kaki. Adaptasi disini cukup lama bagiku karena terasa sangat asing disini. Saya akhirnya bisa menamatkan diri di sebuah SMP yang ada di daerah Inderalaya.
Ketika SMU masih dengan gaya tomboy dan urakan, bikin kehebohan dengan memukul teman laki-laki dan akhirnya berkelahi dengan dia. Kalo dipikir-pikir lucu, kami berdua dapat hukuman di skorsing selama 2 hari gak boleh sekolah, ortu dipanggil, trus yang paling ngeselin dapat hukuman ngepel lantai. Mungkin temen-temen yang tahu kalo ingat itu pasti pada ngakak. Gimana nggak, waktu itu mataku lebam, kayak difilm-film action cina, 1/2 bulan baru tuh lebam hilang total. Hal-hal menyenangkan, heboh dan jahil aku lewati disini, sampai akhirnya menamatkan diri di sekolah ini.
Masuk ke universitas negeri lewat jalur tanpa tes, walau sebenarnya pengen masuk ke univ yang lain tapi karena ibu ingin aku lebih dekat dengannya, aku jadi memilih untuk mengambil univ tersebut. Seorang “powerpuff girl”, kata seorang teman, karena terkenal strength. Lagi-lagi pas kuliah bikin masalah. Sempet bertengkar dengan kakak2 tingkat. Tapi alhamdulillah, aku berhasil lulus di univ tersebut.
Melanjutkan study-study berikutnya, berawal dari postcard-postcard yang ada di koper milik bapak. Postcard-postcard yang dibeli bapak ketika mengikuti pelatihan di Jepang. Yang paling saya ingat adalah post card dengan gambar bangunan Tokyo Bunka Kaikan, dalam pikiran masa kecil saya kala itu adalah saya juga harus kesini. Berbagai cara berusaha saya tempuh untuk dapat menuju kesana.
Well…that’s only a dream… salah satu mimpi yang terwujudkan…
How about next dream???
…dan saat ini dan masih terus bermimpi, mencari dan menemukan apa sih hidup itu?
Selalu ingin belajar dan mencari sesuatu hal yang baru. Kehidupan yang baru dan lebih kompleks baru saja dimulai, jadi…
SEMANGAT, coz u’re the POWERPUFF GIRL.






si bolang
January 29, 2009 at 3:14 pm
nice blog
salam kenal..
rhapty
February 2, 2009 at 3:04 pm
thanks ya…
salam kenal jg…
erywijaya
March 24, 2011 at 4:16 pm
Mampir na krab
mEEnTo
March 24, 2011 at 6:17 pm
ga roo na khaa
khrab poon khaa..
rappi
April 17, 2011 at 11:02 pm
kren abis, ngomong2 tinggal dimana nih?
mEEnTo
April 17, 2011 at 11:16 pm
makasih …
saat ini masih stay di bawah langit menjejak bumi
unggulcenter
July 20, 2011 at 10:26 am
Lam kenal.. aku ada di milis Wongkito
tetap berjuang dan tetap jalan-jalan yaa hehe
mEEnTo
July 20, 2011 at 5:59 pm
lam kenal kembali
makasih..makasih..dukung aku yeh buat PT malam ini…
salam backpack
Lengga Pradipta
September 28, 2011 at 10:00 pm
yuhuuuuu,,, muach!
mEEnTo
September 29, 2011 at 12:45 am
thanks dear…
miss to chat with u all night ^^
tanamberi
November 13, 2011 at 1:15 am
hidup powerpuff…
ii
February 19, 2012 at 6:47 am
Sama-sama dari Sumatra tapi belum pernah ketemu. Salam kenal Meento, the powerpuff girl, blog mu inspiratif sekali. Aku ijin link di Blog ku ya
– indogil.
mEEnTo
February 19, 2012 at 8:05 pm
salam kenal kembali

terima kasih sudah berkunjung, tadi sekilas mampir ke blog mu Indogil. nice blog
silahkan di link dan jika boleh tak link balik yah
hijriyan
April 28, 2012 at 5:04 pm
Salam kenal… Wong kito galooooo…
mEEnTo
April 28, 2012 at 6:11 pm
salam kenal kembali